Senin, 01 Februari 2016

Review Ultima II delicate translucent face powder with moisturizer



Assalamu’alaikum syantiiiikkk....
Ini adalah pertama kalinya aku ngereview skin care, jadi maafkan jika banyak tulisan yang belepotan. Aku ingin mencoba belajar untuk ngreview skin care apa yang aku pakai dan pernah aku pakai, dan yang akan aku review kali ini adalah Ultima II delicate translucent face powder with moisturizer.
 Sepertinya kita sudah tau lah ya dan sudah bukan rahasia lagi kalau yang namanya face powder adalah benda wajib yang mesti ada dalam tas wanita kemanapun dimanapun wanita berada. Dan aku sendiri suka banget sama brand Ultima II. Face powder ini kemungkinan besar akan aku pakai seterusnya setelah berkali-kali mencoba face powder dari sekian banyak brand yang ada di indonesia cuma ini yang klop di hati.
Ini dia penampakan si Ultima II delicate translucent face powder with moisturizer, simple tapi mewah dengan tulisan ULTIMA II dibagian tengahnya.


Dari segi packingnya menurut ku  sama lah yah dengan face powder pada umumnya dengan di lengkapi spon yang kualitasnya lumayan walau menurutku cepet kempes spon nya. Dibagian dalamnya juga masih ada tutup penghalang dengan lobang-lobang kecil yang lumayan banyak untuk mengatur seberapa banyak yang akan kita gunakan, untuk tutupnya aku rasa cukup menarik ya dengan tututp ulir sehingga bedak nggak mudah tumpah warnanya juga nggak kalah menarik. Yups dengan warna  silver yang elegan dan kelebihannya tutup face powder ini bisa buat ngaca, serius kece banget. Jadi walaupun di dalamnya nggak ada kaca untuk berdandan ria kita masih bisa tuh bercermin di tutupnya, simple dan nggak repot-repot bawa kaca segala. Keren banget kan?
Untuk ingredients aku kurang begitu paham ya karena memang  di kemasannya nggak ada ingredientsnya terdapat pada boxnya sedangkan ini udah lama banget belinya dan box udah aku buang, parahnya lagi baru saat ini aku baru bisa ngreview si cantik ini.

Tadinya aku bingung mau pilih shade yang apa, akhirnya disaranin sama mbak SPG Ultima untuk pake shade neutral No.021. dan dibagian belakang face powder ini terdapat kalim produk Formulated with spesial moisturizing ingredients. Gives beautifull, velvet-smooth finish.


semenjak pertama aku menggunakan ini face powder aku langsung jatuh cinta sama hasilnya, karena setelah di aplikasikan di wajah meskipun tanpa fondationpun hasilnya tetep bagus dengan formulanya sangat lembut, dapat melembabkan terbukti wajah ku tidak pernah kering setelah pakai face powder ini, mudah di aplikasikan di wajah, mencerahkan wajah dan tahan lama pastinya di muka yah meskipun coveragenya kurang nampol dibanding bedak padatnya ines atau wardah tapi ok lah ini kan face powder, tetep aja like it.
Oh ya di muka ku yang tipenya kombinasi kadang kering di bagian pipi dan  berminyak di bagian T zone, kalau berminyak nggak kadang lagi tapi saban hari. Dan face powder  ini paling tahan sekitar 5 jam di wajah ku, eitz maksud aku berminyak disini dibagian T zone yah, tapi untuk muka ku sih berminyak hanya di bagian pucuk hidung doang tapi nggak tau yah kalau dibawa main-main dibawah teriknya sinar matahari berjam- jam. Jatuhnya bagus kok nggak ngegumpal kayak face powder lain, dan nilai plusnya adalah aku ngerasa aja kalau semakin siang atau semakin berkeringat kok malah tambah halus dan cerah di wajah.
Untuk harga waktu itu aku beli di Padma Cosmetic Magelang dapat discount 10% lumayan lah jadi cuma ngeluarin IDR 100K dapat produk sekece ini dengan ukuran 24g masih dapat kembalian Rp.1000,- pula lumayan kan bisa buat parkir.
Kelebihan:
-          packingnya elegan
-          Tutup bisa buat bercermin
-          Tutup ulir sehingga nggak mudah tumpah
-          Mudah di aplikasikan
-          Halus dan lembut di wajah
-          Mencerahkan
-          Melembabkan
-          Tahan lama
-          Nggak nggumpal ketika berkeringat
-          Meskipun sedikit mahal untuk ukuran face powder tapi murah juga sih di hitung-hitung karena awet banget cukup sedikit saja bisa untuk sewajah beda dengan face powder lainnya.
Kekurangan:
Sampai saat ini belum ada sih menurut ku kekurangannya apa, karena sampai saat ini aku puas banget dengan face powder ini.
Repurchase? Yes. Yes. Yes
Rating: 9/10 buat ku

Kamis, 28 Januari 2016

Sahabat Warna hidupku




Rasanya udah lama banget aku nggak jumpa mereka semenjak aku lulus kuliah dan menikah.
Kangen kangen kangen.....
Oh ya dulunya aku termasuk orang yang tertutup, malas bergaul dengan orang lain, dan enggan untuk berlama2  di kelas hanya untuk sekedar ngobrol2 tentang kehidupan masa remaja kala itu. Hingga akhirnya aku kenal mereka, iya mereka sahabat ku.


 
Namanya Ulya Hilmawati, biasanya dipangil udul... nggak tau ya dulunya siapa yang ngasih nama itu. Dia itu paling muda diantara kita tapi juga paling dewasa, terbukti kalau nasehatin wow panjang lebar tapi bermakna dan berwibawa. Dan dia satu-satunya wanita diantara kita berlima yang dari jaman tahun 1995 sampai 2016 belum pernah pacaran sama sekali tapi bukan berarti nggak pernah jatuh cinta lo ya...
Sukanya makan bakso eh salah dia suka makan apa aja yang bisa dimakan kecuali sayur terong, mimpiin nya cowok yang jadi abdi negara dan bermotor gedhe. Ada-ada aja yah, selama aku kenal dia kayaknya aku belum pernah lihat dia marah deh. Kayaknya tapi, lupa aku









Dan temenku yang satu ini namanya Mustika Maharani Fajrin, panggilan nggak ada yang salah lah untuk dia simpel “Rani”. Dia itu baik, periang, dermawan, tapi kalau lagi marah biiiuuhhh mengerikan diem, mukanya suram nggak mau jawab pertanyaan apapun, bisa di cuekin semua tuh makhluk Tuhan yang ada disampingnya tapi dia nggak betah kok marah dalam waktu yang lama, nggak ada sehari paling udah ilang tuh marahnya. Dan sisi terbaik dalam dirinya itu dia setia kawan pake banget, dia bisa nenangin hati teman-temannya walaupun sebenere temannya sendiri nggak bisa nenangin hatinya, kita bisa tahu bagaimana dia sedih kadang dia sering nyuri2 untuk sekedar meneteskan air mata tapi anehnya dia nggak pernah menceritakan sedikitpun bebannya pada kita, dan satu hal yang sampai saat ini belum aku mengerti kenapa dia begitu tertutup dengan masalahnya? Dia hanya akan bercerita tentang hal2 yang menyenangkan, tidak pernah sekalipun aku mendengar keluhannya walau sangat terlihat bahwa ia selalu menyimpan kesedihannya. Kadang sampai berat tenggorokan ku menahan air mata supaya nggak jatuh setiap kali melihat wajahnya, entah apa yang sering bikin aku ingin nangis, tapi aku suka lihat wajah teduhnya.

Ouwh ya dia paling suka minum air dingin, nggak mau tuh pake air anget apalagi panas. Bikin susu aja pake air dingin.



Nah teman ku yang ini namanya NI Made Raysita Dewi teman2 biasa panggil dia Made, dia paling pinter nih diantara kita (dan aku yang paling goblok hahaha) dan yang jelas paling rajin belajar. Walaupun agamanya berbeda sendiri dari kita-kita, dia selalu menghormati agama kita kok. Suka ngingetin waktunya sholat, kalau tau kita lagi puasa dia juga bakal nyari teman lain untuk diajak ke kantin, dia hobby banget sama gorengan sama kayak ulya hanya saja dia nggak mau tuh jadi gendut dan dia juga yang paling seneng ngajakin main makan kemanapun yang ia inginkan, kalau aku mah seneng2 aja secara wanita gitu loh siapa sih yang nggak suka jalan2, makan, shopping? Pada seneng semua kan ya? Oh ya hampir lupa dia juga salah satu diantara kita yang hobby banget selfie dikit2 selfie yuk... bentar2 yuk yuk seelfie dulu, yela ini anak hobby bener, nggak bakal ada bosennya kalau belum nyampai memory nya penuh kali ya. Tapi ada bakat tersendiri nih yang melekat padanya, dia jago masalah jualan atau promosiiin apa gitu, example baju2, kosmetik, kesehatan dll. Dia telaten sih ya orangnya, suka promosiin lewat fb dan bbm juga jadi ya banyak yang beli, coba kayak aku paling juga sepi wong yang jualan nggak meyakinkan kayak gini juga.




Nah yang terakhir namanya Dwi Febri Pratiwi biasa dipanggil pepep, loh kok bisa ya bisa aja namanya juga anak2 aku yang yang namanya ulfha bisa dipanggil upe kok jadi ya adil dong kalau si febri dipanggil pepep ulya dipanggil udul. Tapi sebenere nggak adil juga ya kenapa rani sama made nggak?
Ah udah lah malah nglantur nggak karuan, balik lagi ke si pepep. Dia itu orangnya ramah? Iya. Periang? banget lah dia kan cerewetnya setengah hidup, paling males kalau diajak jajan sembarangan, paling nggak mau kalau disuruh makan gorengan. Mungkin karena nggak pernah makan gorengan kali ya yang membuat dia hampir tidak pernah jerawatan berbeda dengan kita berempat yang bakat banget dengan jerawat. Wah patut di contoh nih, dan kalau di lihat2 dari sisi skill dia paling mudah menguasai dan paling luwes untuk langsung mempraktekannya, tapi kekurangannya tuh dia jarang pegang hp makanya kalau teman2nya menghubungi mau diajak main atau gimana gitu dia itu no.1 yang paling lambat bales.
Masalah percintaan, kayaknya dia yah yang paling runyam urusannya, nggak tau lah nggak usah dibahas. Yang jelas aku menyayanginya dan menyayangi mereka.




Dan ini aku, wanita paling ngehits seduania... hahaha aku mah apa atuh?

















Happy Graduation Sahabat-sahabat ku, 











aku tau setelah masa itu kita akan berpisah tapi aku yakin kita masih bersahabat, masih gila seperti hari2 yang telah lalu, kalian ingat masa2 kita hampir gila karena tugas akhir? Hanya karena tugas akhir aku bisa sangat merindukan kalian, bagaimana tidak kita jarang sekali bertemu apalagi untuk nongkrong bareng, kita punya urusan masing, kita punya mimpi sendiri2 karena setelah masa itu pula kita akan melangkah sendiri untuk menggapai mimpi, tak akan ada lagi yang namanya sahabat disamping kita yang ada hanya dalam hati kita, karena aku yakin suatu saat kalian akan menemukan sahabat baru, teman curhat baru, tempat ternyaman untuk kalian (jodoh). Sampai saat ini aku masih belum bisa menghilangkan rasa rindu ini teman, aku rindu kalian, aku rindu kebersamaan kita, tidur bareng, makan bareng, aku rindu kegilaan kalian, aku rindu saat2 bersama kalian, aku rindu. Sangat

Senin, 11 Januari 2016

KAMU YANG AKU SEBUT DENGAN JODOH


Dulu aku selalu bertanya sama Tuhan siapa jodoh ku?
Setelah melakukan perjalanan cukup panjang dan harus tersesat di beberapa hati seorang laki-laki aku bertemu dengan dia, Suami ku.
Awalnya aku sama sekali tidak menyangka bahwa laki-laki cuek seperti dia lah yang pada akhirnya menjadi suami ku.

ceritanya di mulai ketika aku praktik Rumah sakit di RSUD Muntilan kabupaten magelang, ketika itu tanggal 27 November 2013 salah seoarang teman ku sebut saja namanya B mampir kos-kosan ku, dan di sepanjang hari itu dia terus bercerita tentang laki-laki bernama Denny, sampai aku bosan mendengarnya. Dia bilang “tau nggak ternyata sepotong Senja itu nama aslinya Denny loh” entah bagaimana teman-teman satu kos ku justru menanggapinya dengan serius. Sedang aku nggak begitu tertarik karena memang aku tidak tau dan tidak kenal siapa Sepotong Senja itu. Tapi lama kelamaan aku tertarik juga dengan satu nama yang terus ia sebut-sebut “Denny” siapa dia?

Penasaran juga dengan laki-laki bernama Denny si pemilik akun “sepotong senja” yang tidak pernah aku tau tapi begitu terkenal di kampus ku bahkan mungkin semua masyarakat kampus ku berteman dengan nya di facebook. Dan untuk menghilangkan rasa penasaran ku akhirnya aku putuskan untuk search nama “sepotong senja” ketemu lah dia yang ternyata mempunyai sekian ratus teman yang sama dengan ku.

30 November 2013
Entah mengapa aku semakin penasaran dengan Denny, kembali aku buka akun facebooknya aku baca setiap postingannya, dan saat itu lah aku sempat tertegun untuk waktu yang cukup lama. Bahkan aku bertanya-tanya siapa sebenarnya dia? Apakah dia seorang laki-laki baik? Atau sama hal nya dengan laki-laki yang pernah aku kenal? Entahlah aku tidak berani berharap lebih kala itu aku takut kecewa untuk yang kesekian kali nya.
Tapi setidaknya aku ingin bisa melihatnya secara langsung walau tanpa mengenalnya.
Siapa dia?
Bolehkah aku mengenalnya?
Aku belum pernah melihat wajahnya seperti apa tapi mengapa nama itu terus aku sebut-sebut dalam hati kecil ini?

1 Desember 2013
Saat itu adalah hari pertama aku bertemu dengan dia, Denny.
Ketika itu adalah hari dimana aku harus menghadap pembimbing ruangan untuk responsi hasil askep ku dan bertepatan dengan hari dimana aku dan teman-teman harus orientasi ruangan ke bangsal selanjutnya, Ruang menur.
Setelah selesai aku bersama salah satu teman laki-laki ku menuju ruang Menur tapi sayangnya sudah terlambat dan tertinggal oleh teman-teman ku yang lain. Sesampainya di ruangan itu bukan orientasi yang kami dapatkan melainkan penolakan orientasi dikarenakan hari minggu, ngeselin banget 2 perawat itu. Lebih ngeselin lagi yang laki-laki, dia yang ngusir kami buat pulang dan kembali besok pagi. Tapi tunggu, ada yang aneh disana.
sepasang mata itu,
wajah yang meski tertutup masker itu,
siapa dia? Ada apa dengan hati ini?
Ketika itu aku tidak merasakan lagi bahwa kaki ku masih berpijak diatas bumi.
Dan untuk pertama kalinya hati ini bergetar hebat ketika sepasang mata itu menatap ku, dan perlahan ku lirik dada sebelah kananya, “DENNY” nama itu yang tertera di bajunya.
Diakah sepotong senja?

Rasa penasaran ku semakin besar, sesampainya di kost ku aku orak arik facebooknya, mulai dari profilnya, foto-fotonya, semuanya.
Ketika aku buka foto-foto jadulnya ada komentar-komentar dari kekasihnya dengan kata-kata mesra.
Sakit.
Iya, sakit yang pertama kali aku rasakan.
Seharusnya tidak mengapa dia mempunyai kekasih, mengapa aku harus merasakan nyeri yang cukup hebat di dalam hati ini?
Apa yang salah jika dia sudah mempunyai dambaan hatinya?
Malamnya aku tidak bisa tidur sama sekali, masih terngiang dengan jelas percakapannya dengan gadis itu. Beruntung sekali wanita itu,
Loh kenapa aku berfikir seperti itu? Aku belum mengenalnya bahkan punya kesempatan untuk bisa mengenalnya saja aku tidak tahu.
Dan aku juga tidak tahu apa yang membuat ku sakit hati seperti itu sehingga membuat ku semalaman menangis karenanya, aku hanya merasa bahwa pencarian ku akan berhenti di hatinya, tapi bagaimana jika tidak?
Allah...
Begitu sakit rasa ini, dapatkah aku mengenalnya?

2 Desember 2013
Kala itu adalah hari pertama di ruang Menur dan hari pertama juga aku melihat wajahnya, teduh sekali wajah itu, menenangkan sekali tatapannya. Tapi hanya diam yang aku lalui sepanjang hari itu, dia terlalu cuek. Dan tidak ada percakapn lain diantara kita selain pertanyaan nya “gimana mbak? Bisa?”
Sunyi, sepi, dan hening yang aku rasakan sepanjang hari.
Dia beda, sangat beda, aku takut untuk mendekatinya.
Tak adakah 1 sisi saja dalam diriku yang bisa menerik perhatiannya?
Aku sangat ingin mengenalnya walau aku tau dia sudah punya pacar,
Adakah sedikit kesempatan untuk ku mengenal dirinya?
Aku lelah terus mencari laki-laki yang pas untuk diriku.
Bolehkah aku berdo’a dengan egois supaya engkau pisahkan dia dengan kekasihnya dan menggantikannya dengan diriku?
Bolehkan aku minta dia sebagai jodoh ku?
Ya ampun, ada apa dengan diri ini? Kenapa rasa ini begitu kuat mendesak ku? 

3 Desember 2013
Hari kedua jaga siang bersamanya kembali, belum ada perbahan. Sepi, sunyi, sikapnya yang dingin. Ngobrol apa kek?
Bertambah rasa penasaran ku terhadap kepribadiannya, aku bersumpah kala itu “awas saja kalau sampai kamu jatuh cinta pada ku, tak kan pernah aku lepaskan kamu dari ku seumur hidup ku”
Bertahun-tahun aku menunggu perasaan yang hadir dalam hati seperti ini. Bertahun-tahun aku menunggu kehadiran sosok laki-laki yang mampu membuat ku lupa bahwa hati ini pernah hancur menjadi kepingan-kepingan tak berharga. Tapi mengapa laki-laki yang bisa membuatku merasa nyaman di dekatnya jstru laki-laki yang sudah mempunyai kekasih?

4 Desember 2013
Jaga malam perdana di ruang Menur, mandi sudah, sholat sudah tinggal berangkat.
Tapi kenapa hati ini berdebar keras lagi ya?
Ternyata sesampainya di ruangan itu aku berhalusinasi dengan aroma tubuhnya, wangi itu. Ah ternyata tidak, memang benar dia. Aku jaga malam bersamanya, oh Tuhan... rencana apa yang telah kau gariskan untuk ku? Kenapa aku terus jaga bersamanya sedang dia sama sekali tidak tertarik dengan ku?
Tapi ternyata malam itu aku tidak perlu kecewa, bahkan kebahagiaan yang berlipat ganda yang menimpa hati ku, seperti hembusan angin yang bertiup pelan membelai setiap helai rambut ku.
Aku dapat mengenalnya, bahkan setelah bertanya basa basi dia lebih berani bertanya lebih jauh pada ku, darimana asal ku, dan apakah aku sudah punya pacar atau belum, tidak sampai itu saja. Dia bahkan menceritakan kalau dia jomblo dan sudah lama putus dengan pacar pertamanya.
Dan lebih membahagiakan lagi gara-gara basa-basi nya itu lah malam itu dia mengawalimengirim pesan singkat untuk ku.

9 Desember 2013
Allah...
Mungkinkah ini jalan mu?
Mungkinkah ini rencana yang sudah kau susun untuk ku?
Mungkinkah kau mengirimkan dia untuk ku?
Mungkinkah kau gariskan dia untuk ku?
Mungkinkah tulang rusuknya yang hilang itu adalah aku?
Apakah dia yang akan aku sebut “JODOH?”
Aku takut membicarakan tentang jodoh, aku takut bukan dia yang kau gariskan untuk ku sedang aku begitu berharap bahwa laki-laki itu adalah dia.
Tapi terimakasih karena sampai saat ini komunikasi kita tetap lancar.

12 Desember 2013
Ketika itu rasa bahagia ku terpenuhi sudah bahkan sampai meledak rasanya, hari ulang tahun ku dan pagi nya mas Denny repot-repot sampai kost untuk ngucapin selamat ulang tahun dan bawa sebuah kado ulang tahun. Dan yang lebih membahagiakan lagi adalah ketika sore nya aku di ajak keluar dan saat itu lah dia berkomitmen dengan ku di sebuah masjid. Fikir ku saat itu cepat sekali?
Tapi aku memahami bahwa cinta tak harus menunggu lama, bahkan sebelum aku bertemu dengan nya aku sudah jatuh cinta dengannya.

16 Mei 2015
Singkat cerita yah, tepatnya 16 Mei 2015 dia dan keluarga nya datang ke rumah ku untuk melamar ku sekaligus menjadi tanggal pertunangan ku dengan nya. Alhamdulillah dia benar-benar membuktikan semua perkataannya, dulunya aku sempat merasa kesal kenapa dia jarang bahkan hampir tidak pernah berjanji apa-apa terhadap ku, tapi kekesalan itu terbayar sudah dengan apa yang selalu dia buktikan untuk cintanya. Terimakasih untuk semuanya sayang.

20 Desember 2015
Setelah penantian yang cukup panjang dan cukup membuat ku was-was akhirnya hari itu datang juga, hari dimana aku sah menjadi istri mu, hari dimana kamu mengucapkan akad untuk ku. Rasanya ingin menangis
Tidak
Bukan ingin, bahkan aku sudah menangis ketika para saksi mengucapkan kata “sah” untuk pernikahan kita. Aku menangis bahagia karena aku bisa berubah menjadi seorang gadis yang mampu bertahan menjalin hubungan dengan seorang pria sampai 2 tahun lamanya. Mungkin bagi kebanyakan orang 2 tahun adalah waktu yang sangat singkat, tapi bagi diriku 2 tahun adalah waktu yang sangat lama mengingat sejarah percintaan ku dulu yang paling awet paling cuma 6 bulan. 
Disisi lain aku juga menangis sedih ketika secara diam-diam ku lirik sosok laki-laki yang ada di samping ku persis, laki-laki yang selama 21 tahun merawat ku, laki-laki yang selama 21 tahun ada untuk ku, laki-laki yang selalu menjadi alasan untuk ku tetap kuat dan bertahan dalam keadaan terpuruk sekalipun, iya dia ayah ku. 
Entah mengapa aku lebih sedih ketika melihat wajah Ayah ku dibanding Ibu ku, mungkin karena hanya Ayah ku yang tak pernah memarahi ku sejak aku mulai ingat tantang kenangan masa lalu, karena Ayah ku yang selalu berjuang mati-matian untuk ku, karena Ayah ku yang selalu berdiri disamping ku menggenggam erat tangan ku disetiap kondisi apapun, dan aku semakin ingin memeluk ayah ku ketika aku menyadari bahwa beliau juga meneteskan air mata. 
Aku nggak tau apakah itu air mata bahagia karena putri nya telah menempukan pendamping hidupnya sekaligus air mata kesedihan karena setelah ini putri yang sejak kecil di timang nya, di suapi nya di peluknya serta di temani tidurnya akan dibawa pergi jauh oleh laki-laki yang saat ini lebih berhak menjaganya, aku tahu bahwa ada rasa berat untuk melepas ku yang terlukis di mata nya, tapi beliau juga melukiskan senyum bahagia ketika melihat tawa ku. 
Terimakasih Ayah terimakasih Ibu sudah menjadi orang tua terbaik sedunia untuk ku, dan terimakasih juga untuk suami ku saat ini yang selalu menjaga ku, menyayangi ku, mencintai ku dan juga keluarga ku. Terimakasih sudah bersedia menggantikan posisi Ayah ku untuk bertanggungjawab penuh atas diriku.
Aku mencintai mu Suami ku, dan aku merindukan mu Ayah Ibu